Selama ini Parung dikenal sebagai jalur penghubung yang padat karena menjadi akses utama antara Serpong dan Bogor. Pertumbuhan permukiman dan aktivitas harian di wilayah selatan Jabodetabek membuat beban lalu lintas di jalur ini semakin tinggi. Kondisi tersebut mendorong perlunya alternatif jalan bebas hambatan yang mampu menopang mobilitas antarkawasan.
Salah satu rencana yang muncul adalah pembangunan Tol Serpong–Bogor via Parung, yang diproyeksikan memperkuat konektivitas tanpa harus memutar ke jalur tengah seperti Jakarta atau Depok.
Mengenal Rencana Tol Serpong–Bogor via Parung
Tol Serpong–Bogor via Parung merupakan proyek jalan tol yang direncanakan untuk menghubungkan wilayah Tangerang Selatan dengan Bogor melalui Parung. Jalur ini diproyeksikan menjadi alternatif utama dari jalan non-tol yang selama ini menjadi tulang punggung pergerakan masyarakat antarwilayah di selatan Jabodetabek.
Tol dirancang dengan panjang sekitar 32 kilometer. Sebagian besar trase berada di wilayah Provinsi Jawa Barat, sementara sisanya berada di Provinsi Banten. Secara perencanaan, jalan tol ini akan dibagi ke dalam beberapa seksi yang menghubungkan kawasan Salabenda, Pondok Udik, Putat Nutug, Rumpin, hingga tersambung ke kawasan Serpong. Pembagian seksi ini bertujuan untuk mempermudah tahapan pembangunan dan pengelolaan lalu lintas di masa mendatang.
Pembangunan Tol Serpong–Bogor via Parung direncanakan menggunakan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Proyek ini tidak menggunakan anggaran negara secara langsung dan dikelola oleh badan usaha jalan tol di bawah pengawasan pemerintah.
Parung Mulai Jadi Perhatian Developer
Jika melihat pola pembangunan di berbagai wilayah, kehadiran akses tol hampir selalu diikuti dengan tumbuhnya kawasan permukiman baru. Jalur yang sebelumnya hanya dilalui kendaraan perlahan berubah menjadi area yang dilirik pengembang dan pencari hunian. Akses yang lebih cepat membuat kawasan pinggiran terasa lebih dekat ke pusat aktivitas.
Hal yang sama berpotensi terjadi di Parung. Dengan rencana Tol Serpong–Bogor via Parung, wilayah ini diproyeksikan tidak lagi sekadar menjadi jalur penghubung, tetapi berkembang sebagai kawasan hunian penyangga antara Tangerang Selatan dan Bogor. Permintaan hunian di area dengan akses tol cenderung meningkat, seiring kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal yang masih terjangkau namun tetap terhubung.
Baca juga Mengapa Setu Bekasi Makin Dilirik sebagai Kawasan Hunian Baru
Kierana Indah Residence 3 sebagai Pilihan Hunian di Parung
Salah satu hunian yang hadir di tengah perkembangan kawasan tersebut adalah Kierana Indah Residence 3. Perumahan ini dikembangkan di kawasan Parung yang sudah hidup dan dekat dengan berbagai fasilitas publik, sehingga cocok bagi mereka yang ingin tinggal di lingkungan yang praktis tanpa harus jauh dari aktivitas sehari-hari.
Dengan skema kepemilikan yang ringan, mulai dari booking fee Rp1.500.000 (all in) dan harga unit mulai 300 jutaan, Kierana Indah Residence 3 menyasar masyarakat yang ingin memiliki rumah sejak sekarang, sebelum harga kawasan bergerak lebih tinggi. Kemudahan biaya seperti KPR, BPHTB, AJB, hingga balik nama yang sudah termasuk membuat proses kepemilikan terasa lebih sederhana.
Dari sisi lokasi, penghuni dapat menjangkau Ramayana Ciplaz Parung, Pasar Parung, dan GOR Parung dengan mudah. Akses ke pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan kampus di kawasan sekitar juga relatif dekat, sehingga aktivitas harian dapat berjalan lebih praktis.
- ±7 menit ke Pasar Parung
- ±7 menit ke Ciplaz Ramayana Parung
- ±10 menit ke Superindo
- ±8 menit ke Terminal Parung
- ±15 menit ke RS Brawijaya Sawangan
- ±17 menit ke The Park Sawangan Mall
- ±20 menit ke akses Tol Desari (Gerbang Tol Sawangan)
- Dekat sekolah negeri dan swasta dalam radius ±1–2 km
- ±30 menit ke Universitas Pamulang (UNPAM)
Untuk kamu yang penasaran dengan hunian di kawasan Parung Bogor seperti Kierana Indah Residence 3, detail unit dan informasi lengkap bisa kamu tanyakan langsung melalui whatsapp admin.
Hubungi: 0851 1749 0500


0 Komentar